Postingan

Tokoh × Repoeblik = Kontemplasi

Gambar
Agus Salim, Derita Fajar dan Senja Bapak Bangsa “ Leiden is Liijden! “ Pemimpin itu menderita!     Itulah sebuah prinsip terkenal yang dipegang teguh oleh diplomat penopang awal kemerdekaan Indonesia, Mashudul Haq yang kemudian dikenal dengan Agus Salim, seorang cendikiawaan kelahiran koto Gadang Bukit Tinggi pada 8 Oktober 1884.     Ia dijuluki “ the grand old man ”, dihormati setiap lawan bicaranya karena ketangkasan dan kecakapan dalam setiap kalimat yang beliau ucapkan atau tuliskan. Bagaimana tidak? diplomasi beliau lah yang menjadikan Bangsa Indonesia yang baru berdiri pada saat itu diakui oleh negara-negara lain ( de facto de jure) , dengan izin Allah ta’ala.     “ kalau tuan tuan melancarkan sekali lagi aksi militer terhadap kami, kami akan mencapai pengakuan de jure di seluruh dunia”  ketus sang ketua delegasi Indonesia ini ketika Belanda gusar atas keberhasilannya.     Su...

Nusa-Antara

Gambar
Mengupas Pro Kontra Status Kepahlawanan Teuku Umar. Teuku Umar. Sebagaimana kita ketahui, beliau adalah seorang yang diberi gelar Pahlawan Nasional oleh negara Indonesia. Hal itu memang pantas didapatkan olehnya mengingat begitu banyak pengorbanan yang beliau lakukan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan melepaskan Indonesia dari belenggu Imperialisme dan kolonialisme Belanda. Sekarang, pro kontra tentang kepahlawanan Teuku Umar masih saja hangat diperbincangkan oleh berbagai kalangan di Indonesia. Hal seperti ini terjadi lantaran dalam catatan sejarah hidupnya, ia pernah membelot kepada Belanda dan mendapatkan gelar Teuku Johan Pahlawan dari belanda. Orang yang dianggap sebagai pahlawan oleh Belanda tentunya merupakan musuh bagi rakyat Nusantara. Terlebih lagi Teuku Umar membelot pada Belanda sebanyak dua kali. Yang pertama pada tahun 1883 dan yang kedua pada tahun 1893. Hal inilah yang menjadikan status kepahlawanan Teuku Umar dipertimbangkan oleh ber...

Ke-Perempoean-an

Gambar
di Bawah Nama Kartini dan Ide Kesetaraan     Jika akan datang tanggal 21 April niscaya muncullah poster poster yang kita kenali sebagai Ibu Kartini. Sosoknya dikenal sebagai ibu kemerdekaan, pejuang emansipasi wanita. Raden Ajeng Kartini, wanita muslimah kelahiran Jepara. Hari lahirnya diperingati sebagai simbol kemerdekaan bagi kaum wanita, “ibu kita kartini pendekar bangsa, pendekar kaumnya untuk merdeka” begitulah sekutip dua kutip lirik yang telah diajarkan kepada anak-anak bangsa sejak duduk di bangku sekolah, seorang pembela kaumnya. Sebenarnya, hal apa yang diperjuangkan R.A Kartini hingga menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia dalam perjuangan emansipasi wanita? Pelopor kebangkitan perempuan?     Sejatinya, R.A Kartini (1874-1904) Pada masa hidupnya, tidak begitu dikenal oleh publik. Kartini dikenal oleh khalayak luas pada tahun 1920 lantaran surat-suratnya yang berisi ide Kartini yang dipublikasikan secara massiv oleh beberapa tokoh, sehingga ...